Musik dansa elektronik atau electronic dance music (juga dikenal sebagai EDM, musik dansa, musik klub, atau sederhananya dansa) adalah berbagai genre musik elektronik perkusif yang dibuat sebagian besar untuk klub malam, rave, dan festival-festival. 

EDM pada umumnya diproduksi untuk diputarkan disjoki (DJ) yang membuat pilihan trek tanpa lipatan kecil, yang disebut pengadonan (mix), mengikuti dari satu rekaman ke rekaman lain. Produser EDM juga menunjukkan musik mereka langsung di sebuah konser atau festival yang diatur dalam apa yang terkadang disebut live PA.

Di Inggris dan di benua Eropa, EDM lebih sering disebut ‘musik dansa’ atau hanya ‘dansa’.[3]

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, mengikuti kemunculan raving, radio bajakan, dan meningkatnya minat dalam budaya klub, EDM memperoleh popularitas arus utama di Eropa.

Selama pertengahan hingga akhir 1990-an, meskipun keberhasilan awal dari sejumlah budaya dansa di Amerika, penerimaan budaya dansa tidak mendunia dan meskipun musik Electro dan Chicago house sudah berpengaruh di Eropa dan Amerika Serikat, aliran media arus utama, dan industri rekaman, tetap bermusuhan dengan musik EDM. 

Pada saat ini, sebuah asosiasi mempersepsikan antara EDM dan budaya obat, yang mana menggiring pemerintah di negara dan kota untuk memberlakukan undang-undang dan kebijakan yang ditujukan untuk menghentikan penyebaran budaya rave.

Kemudian, pada era baru millennium (2000-an), popularitas EDM meningkat secara global, termasuk Amerika Serikat. Pada awal 2010-an istilah “electronic dance music” dan akronim “EDM” sedang didorong oleh industri musik AS dan jurnalisme musik dalam upaya untuk re-brand budaya rave Amerika. 

Meskipun beberapa industri mencoba untuk membuat sebuah jenis EDM, akronim ini tetap di gunakan sebagai istilah umum untuk beberapa genre, termasuk house, techno, trance, drum dan bass, dubstep, dan beberapa subgenre yang berhubungan.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Musik_dansa_elektronik