JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menerima sertifikat lisensi lagu dan/atau musik dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) sebagai bentuk kepatuhan terhadap pembayaran royalti atas penggunaan musik dalam kegiatan konser.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua LMKN Pemilik Hak Terkait, Marcell Siahaan, kepada pengurus PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI, Once Mekel.
Penyerahan sertifikat berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, bertepatan dengan pelaksanaan Rakernas dan HUT ke-53 PDIP, yang menghadirkan pertunjukan musik secara langsung.
Marcell Siahaan menyampaikan apresiasinya kepada PDI Perjuangan. Dia menilai, PDIP telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap hak ekonomi para pencipta lagu dan pemilik hak terkait.
Langkah tersebut, kata Marcell, menjadi contoh penting bagi penyelenggara kegiatan publik yang memanfaatkan musik sebagai bagian dari acaranya.
“Atas nama LMKN, saya senang dan sangat mengapresiasi PDI Perjuangan yang peduli pada pencipta dan pemilik hak terkait lagu dan musik. Mereka mengurus lisensi dan membayar royalti secara tertib karena ada konser di acara tersebut,” ujar Marcell.
Pelantun lagu Takkan Terganti itu, pada Rabu, 21 Januari 2026, menegaskan bahwa musik bukan sekadar pelengkap acara, melainkan karya intelektual yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang di industri kreatif.
“Maka kepatuhan terhadap lisensi dan royalti merupakan bentuk penghormatan terhadap kerja kreatif para musisi,” kata dia.
LMKN, lanjut Marcell, hadir sebagai jembatan antara pengguna musik dan para pencipta serta pemilik hak terkait, agar penggunaan karya musik berjalan secara legal, adil, dan berkelanjutan.
“Langkah PDI Perjuangan ini, dapat menjadi teladan bagi partai politik, lembaga, maupun penyelenggara acara lainnya,”‘ harapnya.
Penyerahan sertifikat kepada Once Mekel, memiliki makna simbolik tersendiri. Selain sebagai wakil PDI Perjuangan di DPR RI, Once dikenal luas sebagai musisi yang selama ini vokal memperjuangkan hak-hak pencipta lagu dan tata kelola royalti musik di Indonesia.
Once juga merupakan anggota legislatif yang berama Melly Goeslaw mengajukan revisi UU Hak Cipta yang saat ini dalam proses pembahasan di Badan Legislasi DPR RI. (*)
(Humas)
