logo
blog
* Penyerahan Sertifikat Lisensi LMKN kepada Kemenpora pada acara Indonesia Sports Summit 2026, Ahad, 13 September 2026 di Jakarta Convention Center | Foto: Humas

LMKN Serahkan Sertifikat Lisensi, ISS 2026 Jadi Contoh Kepatuhan Royalti Musik

Bagikan: X Twitter

JAKARTA - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), menyerahkan Sertifikat Lisensi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku penyelenggara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026. 

Penyerahan lisensi tersebut, menjadi bagian dari komitmen memastikan penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala nasional berjalan, dengan memerhatikan pemenuhan hak ekonomi para pencipta dan pemilik hak terkait.

Sertifikat Lisensi diserahkan Ketua LMKN Pencipta, Andi Mulhanan Tombolotutu dan Ketua LMKN Pemilik Hak Terkait, Marcell Siahaan, didampingi Komisioner LMKN M. Noor Korompot dan Ahmad Ali Fahmi.

Penyerahan berlangsung pada Ahad, 13 September 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dan disaksikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Kehadiran LMKN dalam kegiatan tersebut, sekaligus menunjukkan pentingnya tata kelola penggunaan karya musik dan lagu dalam berbagai kegiatan publik, termasuk penyelenggaraan event olahraga.

Ketua LMKN Pencipta, Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, Sertifikat Lisensi LMKN adalah bukti izin resmi tertulis yang diterbitkan LMKN bagi pengguna komersial, untuk memanfaatkan lagu atau musik dalam kegiatan usahanya.

"Hari ini kita menyerahkan Sertifikat Lisensi LMKN kepada Kemenpora dalam event Indonesia Sports Summit 2026, itu artinya bahwa penyelenggara acara ini sebelumnya telah mengurusi lisensi untuk membayar royalti musik dan lagu," jelas Mulhanan.

Dia mengatakan, Sertifikat Lisensi LMK, membuktikan bahwa bahwa tempat usaha atau kegiatan komersial, telah sah memutar atau menggunakan lagu/musik.

"Jadi, pihak Kemenpora selaku penyelenggara Indonesia Sports Summit 2026, telah memenuhi kewajiban pembayaran royalti hak cipta sesuai regulasi yang berlaku," katanya.

Kepatuhan pihak Kemenpora selaku penyelanggara ISS 2026 ini, kata Mulhanan, menjadi contoh bagi pihak lain tentang pentingnya kepatuhan membayar royalti musik dan lagu.

"Bukan apa-apa, ini demi menghargai dan menghormati karya cipta lagu dan atau musik, dan Kemenpora menjadi contoh baik untuk kepatuhan itu," ucapnya.

Menpora: ISS 2026 Momentum Mengubah Cara Pandang

Di sisi lain, Menpora Erick Thohir menegaskan, Indonesia Sports Summit 2026 harus mampu menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga.

Menurutnya, olahraga tidak semata-mata harus dilihat sebagai beban pembiayaan, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan karakter bangsa sekaligus penggerak industri.

Erick menginginkan, ISS menjadi kalender besar olahraga Indonesia, yang mampu memperkenalkan potensi olahraga, infrastruktur, serta berbagai kekayaan olahraga dan budaya Indonesia kepada dunia.

“Kalender besar ya, bukan kecil-kecil. Sekalian kita mempromosikan infrastruktur yang kita punya yang layak dan dirawat dengan baik, dan juga tentu event-event yang harus diinformasikan kepada dunia, seperti pencak silat, karapan sapi, dan yang lain,” jelas Menpora Erick Thohir.

Ia mengatakan, perubahan paradigma tersebut merupakan bagian dari intervensi yang perlu dilakukan pemerintah agar olahraga kembali ditempatkan sebagai investasi.

“Dan itulah intervensi yang kita harus balikkan, bahwa olahraga ini adalah investasi, bukan selama ini setelah tahun 1962 sampai sekarang terus terjadi pemerosotan, bahwa olahraga itu biaya, biaya, biaya. Ini yang harus kita rubah,” tegasnya.

Menurut Erick, penyelenggaraan Indonesia Sports Summit pada tahun kedua, juga menunjukkan adanya perkembangan baru dalam strategi Kemenpora untuk membangun ekosistem olahraga nasional.

Ia menyebut, Kemenpora kini memiliki sebuah agregator bernama Sport in Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi satu pintu informasi dan akses bagi berbagai sektor yang berkaitan dengan olahraga.

“Jadi tentu hari ini saya senang bahwa Kemenpora di tahun kedua Indonesia Sport Summit sudah punya loncatan baru, yaitu menjadi agregator yang namanya Sport in Indonesia. Di situ menjadi satu pintu portal yang semuanya bisa memberikan akses, ya, untuk sport industri, sport tourism,” tandasnya. 

Melalui ISS 2026, pemerintah berharap olahraga Indonesia tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga berkembang sebagai sektor ekonomi yang mampu mendorong industri olahraga, pariwisata berbasis olahraga, promosi budaya, serta pembangunan karakter masyarakat.

Sementara itu, penyerahan Sertifikat Lisensi dari LMKN kepada Kemenpora, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyelenggaraan event yang profesional, termasuk dalam penghormatan terhadap hak cipta dan hak terkait. Dengan demikian, pertumbuhan industri olahraga dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap para pencipta dan pemilik karya lagu dan musik. (*)

(HUMAS)