logo
blog
* M. Noor Korompot

Noor Korompot: Dangdut Bertransformasi di Era Digital, Popdut hingga Hipdut Makin Digemari Gen Z

Bagikan: X Twitter

JAKARTA - Musik dangdut terus menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan zaman. Meski mengalami penurunan pendengar di segmen mainstream tradisional, genre musik khas Indonesia ini justru berkembang melalui berbagai inovasi, yang membuatnya semakin dekat dengan generasi muda.

Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), M. Noor Korompot, mengatakan dangdut saat ini tengah mengalami transformasi besar, dengan memadukan unsur musik modern tanpa meninggalkan identitasnya sebagai musik rakyat.

Menurut Noor, lahirnya berbagai subgenre seperti Popdut (Pop Dangdut), Hipdut (Hip-hop Dangdut), hingga Disco Dangdut, menjadi bukti bahwa dangdut mampu mengikuti perkembangan selera musik masyarakat, khususnya Generasi Z.

"Dangdut memang mengalami penurunan pendengar di segmen mainstream tradisional. Namun di sisi lain, genre ini justru berevolusi menjadi lebih modern, inklusif, dan mampu menarik perhatian generasi muda," kata Noor Korompot.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital turut mendorong transformasi tersebut. Kini dangdut tidak lagi identik dengan panggung-panggung lokal atau musik konvensional, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem musik digital yang mudah diakses melalui berbagai platform streaming dan media sosial.

Noor menilai, pembaruan tersebut menjadi langkah penting, agar dangdut tetap relevan di tengah derasnya arus musik global.

"Salah satu indikatornya adalah meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai varian dangdut modern," ujarnya. 

Menurutnya, berdasarkan tren pencarian di Google, istilah seperti Popdut dan Disco Dangdut mengalami peningkatan pencarian sekitar 20 hingga 30 persen.

"Ini menandakan besarnya rasa ingin tahu publik terhadap perkembangan genre tersebut," kata Noor Korompot.

Selain itu, kolaborasi lintas genre juga semakin banyak dilakukan oleh para musisi. Perpaduan dangdut dengan musik EDM, funk, hingga hip-hop, melahirkan warna baru yang lebih segar dan mampu menjangkau pendengar dari berbagai kalangan.

Noor juga menyoroti pernyataan pedangdut senior Inul Daratista, yang menyebut bahwa dangdut kini semakin universal dan diterima oleh masyarakat lintas usia maupun latar belakang.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi industri musik nasional, untuk terus mengembangkan karya-karya dangdut yang inovatif sekaligus memperluas pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

"Transformasi ini membuktikan bahwa dangdut bukan sekadar mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Dengan inovasi yang terus dilakukan, dangdut memiliki potensi besar untuk tetap menjadi salah satu identitas musik Indonesia di era digital," tutup M. Noor Korompot. (*)

(HUMAS)